Komisi II DPRD Sulteng Ungkap Strategi Pokir 2027, Marlela Soroti Ekonomi, PAD, dan Ketahanan Pangan
- account_circle Zainal
- calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Palu, Libunews.id — Arah kebijakan pembangunan Sulawesi Tengah tahun 2027 mulai dirumuskan melalui forum strategis Rakortekrenbang dan Pra Musrenbang yang digelar di Kantor Bappeda Sulteng, Selasa (7/4/2027).
Dalam forum tersebut, Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah memaparkan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Tahun 2027 sebagai bagian dari kontribusi legislatif dalam perencanaan pembangunan daerah.
Paparan disampaikan oleh Dra. Marlela yang hadir mewakili Komisi II DPRD Sulteng, dengan menyoroti berbagai isu strategis, khususnya tantangan makro ekonomi yang diprediksi akan mempengaruhi arah pembangunan ke depan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Dra.Novalina.MM, Kepala Bappeda, Ketua TP4, kepala OPD lingkup provinsi dan kabupaten/kota, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam pemaparannya, Marlela menjelaskan bahwa kondisi makro ekonomi saat ini menghadapi tekanan yang cukup kompleks, mulai dari kewajiban pembayaran utang negara hingga dampak konflik global yang turut mempengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan daerah.
Dampak tersebut memicu krisis energi, mengganggu produksi, serta berimbas pada menurunnya kemampuan fiskal daerah yang berujung pada kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Menyikapi kondisi tersebut, Komisi II DPRD Sulteng mendorong optimalisasi sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pendekatan yang lebih inovatif dan berbasis data.
“Kita harus bekerja lebih giat dan kreatif dalam menggali potensi PAD, serta memaksimalkan sektor unggulan daerah,” tegasnya.



- Penulis: Zainal
- Editor: Refansyah



Saat ini belum ada komentar