Pansus Sawit DPRD Sulteng Lanjutkan Pertemuan dengan Pemda Tolitoli Bahas Konflik Agraria
- account_circle Zainal
- calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tolitoli, Libunews.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Perkebunan Kelapa Sawit kembali melaksanakan pertemuan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli terkait penyelesaian konflik agraria perkebunan kelapa sawit. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Suwot Pollimpungan, Kantor Bupati Tolitoli, Rabu (29/4/2026).
Kunjungan kerja ini dipimpin langsung oleh Ketua Pansus Perkebunan Kelapa Sawit DPRD Sulteng, Mohammad Nurmansyah Bantilan, dan dihadiri anggota pansus lainnya, yakni Faizal Alatas, Hasan Patongai, Asrullah, Haris Julianto, Yusuf, serta Risnawati M. Saleh.
Rombongan pansus diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemda Tolitoli Mohamad Dzikron, S.H., M.Si., serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rustam Rewa, S.P., M.P. Pertemuan tersebut juga dihadiri berbagai organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Pertanian, Badan Pendapatan Daerah, ATR/BPN Tolitoli, unsur Forkopimda, serta perwakilan masyarakat petani sawit.
Selain itu, turut hadir pihak perusahaan, yakni Komisaris PT Citra Mulia Perkasa dan PT Total Energi Nusantara, Dr. H. Moh. Saleh Bantilan.
Dalam keterangannya, Mohammad Nurmansyah Bantilan menyampaikan bahwa rapat berjalan lancar dan seluruh pihak menunjukkan sikap kooperatif. Ia menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari proses investigasi untuk mengonfirmasi serta memverifikasi data dan informasi terkait konflik agraria yang melibatkan petani sawit di Kabupaten Tolitoli.
“Semua pihak sepakat untuk melengkapi data yang dibutuhkan pansus, dengan tenggat waktu paling lambat tujuh hari sejak rapat ini dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah seluruh data tambahan diterima, pansus bersama tenaga ahli akan melakukan pengolahan dan analisis lebih lanjut guna mendapatkan gambaran yang utuh terkait persoalan di lapangan.


- Penulis: Zainal
- Editor: Refansyah

Saat ini belum ada komentar