Vera Mastura Soroti Infrastruktur, Masalah Sampah hingga Perlindungan Anak
- account_circle Nuansa
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Hj. Vera R. Mastura, S.Sos., M.Si., saat berdialog dan mendengarkan aspirasi warga Kelurahan Talise, Jumat (12/06/2026). (Foto: Istimewa/Rilis Nuansa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Palu, Libunews.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Hj. Vera R. Mastura, S.Sos., M.Si., kembali turun ke lapangan untuk menyerap persoalan mendasar warga Kota Palu. Kali ini, ia menggelar agenda Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) di Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Jumat (12/06/2026).
Pertemuan yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda, dan kelompok perempuan ini menjadi ruang bedah masalah urban. Mulai dari urusan infrastruktur, sengkarut pengelolaan sampah, hingga isu perlindungan perempuan dan anak mengemuka dalam dialog interaktif tersebut.
Warga Talise memanfaatkan momentum ini untuk mengadukan kondisi fasilitas publik yang dinilai minim perhatian. Kebutuhan perbaikan jalan lingkungan dan normalisasi drainase menjadi usulan yang paling mendesak demi meminimalisasi risiko genangan air saban musim hujan tiba.
Tak hanya itu, masalah domestik seperti kelangkaan pasokan gas subsidi memicu usulan warga agar pemerintah segera membuka pangkalan gas LPG baru di wilayah mereka untuk menjaga stabilitas harga dan distribusi.
Isu lingkungan juga memanas saat warga menyoroti kinerja pengelolaan sampah. Mereka mendesak adanya penambahan armada truk dan petugas pengangkut sampah agar kebersihan lingkungan di Kelurahan Talise bisa tertangani lebih optimal.
“Aspirasi terkait jalan, drainase, pengelolaan sampah, kebutuhan pangkalan gas, hingga dukungan kegiatan keagamaan berupa alat rabana akan kami tindak lanjuti dan koordinasikan dengan instansi terkait,” ujar Vera menegaskan komitmennya.
Selain fokus pada pembenahan fisik kota, legislator perempuan ini juga menaruh perhatian besar pada ketahanan keluarga. Kundapil kali ini sengaja menghadirkan perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk memberikan edukasi langsung mengenai pencegahan kekerasan serta penanganan stunting.
Menurut Vera, pembangunan daerah tidak akan berjalan seimbang jika kualitas kesehatan keluarga dan keselamatan anak-anak terabaikan. Isu stunting dan perlindungan anak disebutnya sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Sulteng yang berkualitas.
“Kegiatan Kundapil ini adalah kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan riil di bawah. Kami mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dan mengawal program-program pemerintah agar tepat sasaran,” pungkasnya di akhir sesi diskusi.
- Penulis: Nuansa
- Editor: Libunews.id

Saat ini belum ada komentar