Pansus DPRD Sulteng Monitoring Konflik Sawit di Tolitoli, Petani Keluhkan Janji Kompensasi Tak Sesuai
- account_circle Zainal
- calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Salah satu perwakilan petani sawit, Safran, mengungkapkan bahwa pada tahun 2013 perusahaan pernah melakukan sosialisasi di Kecamatan Lampasio dan Ogoide. Saat itu, perusahaan menjanjikan kompensasi sebesar Rp1,5 juta per kapling lahan.
Namun, menurutnya, realisasi yang diterima masyarakat hingga saat ini hanya sekitar Rp300 ribu yang diberikan setiap tiga bulan.
“Janji perusahaan tidak sesuai dengan kenyataan. Kami meminta pemerintah dan Pansus memberikan sanksi tegas, bahkan jika perlu menghentikan operasional perusahaan,” tegas Safran.
Ia juga menyebutkan bahwa perusahaan telah beroperasi selama kurang lebih 12 tahun, namun dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat maupun daerah.
Menanggapi hal tersebut, anggota Pansus menegaskan bahwa pembentukan pansus bertujuan untuk mencari solusi konkret atas konflik agraria yang terjadi.
Namun, mereka menyayangkan sikap perusahaan yang dinilai belum memberikan keputusan jelas terkait penyelesaian masalah.
Pansus pun meminta agar pimpinan perusahaan dapat hadir langsung dalam pertemuan berikutnya, sehingga keputusan strategis dapat diambil dan konflik dapat diselesaikan secara adil tanpa merugikan kedua belah pihak.
Selain itu, Ketua Pansus juga meminta perusahaan untuk menyampaikan data yang valid dan faktual guna mendukung proses investigasi, validasi, dan verifikasi secara menyeluruh.


- Penulis: Zainal
- Editor: Refansyah

Saat ini belum ada komentar