Kawal 5.000 Sembako dari Presiden, Vera Mastura dan Marthen Tibe Tembus Zona Gempa Sigi
- account_circle NL
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- print Cetak

Anggota Komisi II DPRD Sulteng Dr. Hj. Vera Mastura dan Anggota Komisi III DPRD Sulteng Marthen Tibe (tengah), saat menyerahkan secara simbolis 5.000 paket sembako bantuan Presiden dan Kemensos RI kepada penyintas gempa di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Jumat (26/06/2026). (Foto: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sigi, Libunews.id — Upaya percepatan pemulihan pascagempa di Kabupaten Sigi terus digenjot. Anggota Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Hj. Vera Mastura, dan Anggota Komisi III DPRD Sulteng, Marthen Tibe, turun langsung ke Kecamatan Nokilalaki untuk mengawal ketat penyaluran 5.000 paket sembako bagi warga terdampak, Jumat (26/06/2026).
Bantuan logistik berskala besar ini bukan sekadar rutinitas. Rantai bantuan tersebut mengalir langsung dari Presiden Republik Indonesia, Kementerian Sosial (Kemensos) RI, hingga sentuhan Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman.
Distribusi ini menjadi amunisi krusial untuk menopang ketahanan pangan warga di desa-desa yang paling parah dihantam guncangan tektonik.
Penyerahan bantuan di Kecamatan Nokilalaki menanggalkan kesan kaku formalitas birokrasi. Kehadiran dua legislator dari gedung dewan provinsi ini menjadi simbol konkret bahwa wakil rakyat pasang badan untuk memastikan hak-hak penyintas gempa terpenuhi.
Vera Mastura dan Marthen Tibe menegaskan komitmen parlemen dalam mengawasi alur distribusi. Mereka memastikan 5.000 paket sembako tersebut mendarat tepat sasaran di tangan keluarga yang benar-benar kehilangan sandaran akibat bencana, tanpa ada yang tercecer.
Sinergi di lapangan ini turut dikawal ketat oleh jajaran pejabat Kemensos RI, serta disaksikan oleh tokoh daerah Moh. Rizal Intjenae dan Samuel Yansen Pongi. Kehadiran lintas institusi ini mengunci satu pesan penting: penanganan krisis pascagempa di Sigi dilakukan lewat kolaborasi terpusat dan terukur, mengawinkan sumber daya pusat dan pengawasan daerah.
Bagi masyarakat penyintas, gelontoran 5.000 paket sembako ini lebih dari sekadar urusan pemenuhan gizi dan logistik dasar. Ini adalah penyambung napas pemulihan. Bantuan tersebut diharapkan mampu menyuntikkan moril dan semangat baru bagi warga Nokilalaki untuk segera bangkit menyusun kembali kehidupan pascagempa.
Momentum di zona bencana ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa negara tidak absen. Kolaborasi solid antara pemerintah pusat, kementerian, dan DPRD Sulawesi Tengah memastikan bahwa warga Sigi tidak akan pernah berjuang sendirian menghadapi masa-masa sulit pemulihan.
- Penulis: NL
- Editor: Libunews.id

Saat ini belum ada komentar