Mendobrak Ruang Demokrasi: Arnila Moh Ali Buka Pelantikan Kaukus Perempuan Parlemen Sulteng
- account_circle KL
- calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
- print Cetak

Wakil Ketua I DPRD Sulteng, Arnila Hi Moh. Ali, didampingi Anggota DPRD Wiwik Jumatul Rofi'ah, S.Ag., M.H., dan Hj. Sri Indraningsih Lalusu, MBA, dalam Kegiatan Pelantikan dan Penguatan Kaukus Perempuan Parlemen Se-Sulawesi Tengah Periode 2026-2030 di Gedung POGOMBO, Palu. (Foto: KL)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Palu, Libunews.id — Perhelatan “Pelantikan dan Penguatan Kaukus Perempuan Parlemen Se-Sulawesi Tengah” untuk Pembangunan Daerah yang Inklusif dan Responsif Gender Periode 2026-2030 resmi digelar. Acara strategis ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari di Gedung Pogombo, Kompleks Kantor Gubernur Sulteng, dibuka langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Sulteng, Arnila Hi Moh. Ali pada Selasa, (23/06/2026).
Kehadiran unsur pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menjadi sinyal nyata bahwa parlemen menaruh atensi penuh pada isu kesetaraan. Wakil Ketua I DPRD Sulteng, Arnila Hi Moh. Ali, hadir memegang mandat khusus mewakili Ketua DPRD untuk menyampaikan keynote speech sekaligus membuka acara secara resmi. Langkah Arnila di perhelatan tersebut tak sendirian; ia didampingi oleh dua srikandi tangguh dari dewan provinsi, yakni Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., M.H., dan Hj. Sri Indraningsih Lalusu, MBA.
Dalam pidato sambutannya, Arnila dengan tegas menepis stigma bahwa kehadiran perempuan di parlemen hanyalah sebatas pemenuhan kuota demokrasi. Ia menggarisbawahi bahwa Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) bukan sekadar wadah berhimpun tanpa arah, melainkan ruang perjuangan, pengabdian, dan laboratorium lahirnya gagasan besar bagi kelompok rentan, perempuan, dan anak.
“Dari ruang sidang hingga pelosok desa, dari pembahasan kebijakan hingga pengawalan program pembangunan, suara perempuan harus menjadi energi yang menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” tegas Arnila di hadapan para tamu undangan.
Momen pelantikan ini diproyeksikan sebagai mercusuar perubahan bagi bumi Tadulako. Para legislator perempuan lintas partai dan wilayah ditantang untuk meleburkan sekat-sekat politik praktis demi merajut kolaborasi yang solid, memastikan tak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam laju pembangunan.
Terselenggaranya agenda krusial ini tak lepas dari peran Panitia Penyelenggara yang diketuai oleh Mutmainah Korona, S.E.. Kegiatan ini secara spesifik dirancang untuk memperkuat kapasitas legislator perempuan dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang responsif terhadap isu gender.
Bangkitnya kekuatan perempuan parlemen Sulteng ini juga disaksikan langsung oleh barisan elite politik nasional dan daerah. Tampak di deretan tamu kehormatan, Presidium KPP Republik Indonesia Nurul Arifin, S.IP., M.Si., Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., serta Sekretaris KPP RI Sarifah Ainun Jariyah, S.IP.
Di pengujung sambutannya, dengan merapalkan Bismillahirrahmanirrahim, Arnila secara resmi membuka pelantikan kepengurusan Kaukus Perempuan Parlemen se-Sulteng. Langkah ini diklaim sebagai pembuktian bahwa ketika perempuan diberi panggung dan kepercayaan, yang lahir bukan hanya sekadar kesetaraan, tetapi kemajuan dan ketangguhan peradaban.
- Penulis: KL
- Editor: Libunews.id

Saat ini belum ada komentar