Henri Kusuma Muhidin Dorong Akselerasi Pertumbuhan Sulteng di Posalia Sulteng Digest
- account_circle RF
- calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Palu, Libunews.id ā Arus digitalisasi dan penguatan ekonomi inklusif kini menjadi sauh baru bagi pembangunan daerah di Sulawesi Tengah melalui Posalia Sulteng Digest yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah di Atrium Palu Grand Mall, Selasa (11/08/2026).
Mengusung tema besar “Akselerasi Ekonomi Daerah dan Digitalisasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan”, perhelatan akbar ini dibuka secara resmi oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman.
Hajatan ekonomi regional ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Anggota Komisi XI DPR RI Muhidin Mohamad Said, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., para bupati se-Sulawesi Tengah, serta pimpinan perbankan, akademisi, dan ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Mewakili pimpinan lembaga legislatif, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Henri Kusuma Muhidin, hadir langsung di tengah hiruk-pikuk forum ekonomi tersebut.
Henri Kusuma Muhidin menegaskan bahwa DPRD Sulteng memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia yang konsisten menghadirkan ruang kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa adanya komitmen bersama dari seluruh elemenāmulai dari pemerintah, regulator, perbankan, hingga pelaku usaha.
“DPRD Sulawesi Tengah memberikan apresiasi atas pelaksanaan Posalia Sulteng Digest ini. Tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah saat ini, khususnya bagaimana kita mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong transformasi digital,” ujar Henri di sela-sela kegiatan.
Berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, Posalia Sulteng Digifest 2026 tampil lebih padu dengan menggabungkan dua agenda raksasa sekaligus: Pekan QRIS Nasional dan Karya Kreatif Sulawesi Tengah (KKST). Kolaborasi terintegrasi ini dirancang agar pembinaan UMKM dan digitalisasi sistem pembayaran berjalan beriringan.
Dalam pandangan Komisi II DPRD Sulteng, digitalisasi bukan sekadar tren teknologi, melainkan instrumen vital untuk memperluas akses ekonomi masyarakat akar rumput.
Henri menekankan agar para pelaku UMKM di Sulawesi Tengah mendapat ruang yang lebih masif untuk masuk ke dalam ekosistem digitalābaik dari sisi pemasaran, digitalisasi sistem transaksi, kemudahan pembiayaan, hingga pengembangan daya saing produk lokal.
Selain itu, politikus muda Golkar ini juga menggarisbawahi pentingnya peran dunia perbankan dalam membuka akses pembiayaan yang inklusif dan mudah bagi pelaku usaha kecil agar mampu naik kelas.
“Digitalisasi harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kita berharap forum ini tidak berhenti pada diskusi semata, melainkan melahirkan langkah-langkah konkret yang bisa diimplementasikan langsung di daerah,” pungkas Henri penuh optimisme.
- Penulis: RF
- Editor: Libunews.id

Saat ini belum ada komentar