Arnila Hi. Moh. Ali Dukung Penuh Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla Melalui Operasi Aman Tinombala 2026
- account_circle AN
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Palu, Libunews.id – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sulawesi Tengah menuntut kewaspadaan tingkat tinggi serta orkestrasi lintas sektoral. Menjawab tantangan ekologis tersebut, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Arnila Hi. Moh. Ali, hadir langsung memberikan dukungan kelembagaan dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Tinombala 2026 di halaman Mapolda Sulteng, Selasa (27/10/2026).
Gelar pasukan dan pemberangkatan personel penanggulangan bencana alam ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Rizal Irawan, S.I.K., M.H. Agenda strategis tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Sulawesi Tengah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta instansi vertikal terkait yang menjadi ujung tombak mitigasi di lapangan.
Kehadiran pimpinan DPRD Sulteng dalam apel siaga ini mengirimkan pesan tegas bahwa lembaga legislatif berdiri di garda terdepan untuk mendukung penuh langkah preventif dan represif aparat penegak hukum.
Bagi Arnila Hi. Moh. Ali, penanggulangan karhutla tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan komitmen bersama antara aparat keamanan, pemerintah daerah, masyarakat sipil, hingga pelaku usaha. Selain kesiapan armada dan fisik personel, mitigasi dan deteksi dini titik api harus menjadi prioritas utama.
“Penanggulangan karhutla membutuhkan komitmen lintas sektor. Selain kesiapan personel dan sarana pendukung di lapangan, langkah mitigasi pencegahan sejak dini adalah kunci utama agar risiko bencana dapat diminimalkan,” ucap Arnila di sela-sela kegiatan.
Arnila Hi. Moh. Ali juga menilai pentingnya urgensi edukasi publik secara masif. Kesadaran masyarakat dan korporasi untuk tidak membuka lahan dengan metode pembakaran (slash and burn) menjadi faktor penentu di lapangan. Praktik tersebut harus dicegah sedini mungkin agar tidak memicu krisis asap yang mengancam kesehatan publik, merusak ekosistem lingkungan, dan melumpuhkan urat nadi ekonomi warga.
Melalui Operasi Aman Tinombala 2026, sinergi antara legislatif, eksekutif, dan aparat kepolisian diharapkan semakin solid, menciptakan sistem peringatan dini yang responsif demi melindungi seluruh masyarakat dan bentang alam Sulawesi Tengah.
- Penulis: AN
- Editor: Libunews.id

Saat ini belum ada komentar