Pernah Gagal, Pernah Pulang: Perjalanan Yasin Muhammad Amin Badawi dari Pasar hingga Membangun 32 Outlet.
- account_circle Dv
- calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Palu, Libunews.id ā Ada orang yang melihat kegagalan sebagai tanda untuk berhenti. Ada pula yang melihatnya sebagai tanda untuk mencari cara lain. Yasin Muhammad Amin Badawi memilih yang kedua.
Di usia 45 tahun, perjalanan bisnisnya sudah melewati banyak fase. Dari pasar, telekomunikasi, Jakarta, bisnis digital, properti, hingga coffee shop. Tidak semuanya berhasil. Justru di situlah menariknya.
Karena cerita Yasin bukan tentang seseorang yang selalu menang. Ini tentang seseorang yang terus mencoba.
Semuanya Berawal dari Pasar
Tahun 2000, jauh sebelum bicara soal puluhan outlet dan ekosistem bisnis, Yasin memulainya dari sesuatu yang sederhana: berjualan PlayStation dan aksesori pendukungnya di pasar.
Dari sana ia belajar langsung dari konsumen. Apa yang dicari orang? Apa yang sedang diminati? Bagaimana membuat pelanggan kembali?
Sekolah bisnis pertamanya bukan ruang kelas. Pasar.
Dua tahun kemudian, Yasin mulai melihat peluang yang lebih besar. Perkembangan telekomunikasi membuka ruang baru dan ia masuk melalui bisnis Planet Seluler.
Lalu Ia Mencoba Jakarta
Tahun 2011, Yasin memutuskan mencoba arena yang berbeda: Jakarta.
Dari kawasan Roxy, ia masuk ke pasar yang jauh lebih kompetitif Tahun berikutnya, lahirlah gagasan MAKANJA.COM, sebuah platform perdagangan.
Namun hasilnya belum seperti yang diharapkan. Yasin juga sempat mencoba membuka coffee shop di Jakarta. Lagi-lagi, belum berhasil.
Namun justru di fase inilah pengalaman terbentuk. Sebab dalam bisnis, tidak semua ide harus langsung menjadi sukses. Kadang kegagalan sedang mengajarkan kita cara yang lebih baik.
Pulang Bukan Berarti Kalah
Tahun 2016, Yasin kembali ke Palu. Bagi sebagian orang, pulang setelah mencoba peruntungan di Jakarta mungkin terlihat seperti mundur. Bagi Yasin, tidak.
Pulang adalah memulai babak baru.
Ia kemudian masuk ke bisnis properti melalui Belona Land.
Pada 2023, Yasin kembali mencoba sesuatu yang pernah ia bangun di Jakarta: coffee shop. Bedanya, kali ini ia memulainya dari Palu.
Dari 1 Outlet Menjadi 32.
Dalam sekitar tiga tahun, jaringan coffee shop yang dikembangkan Yasin telah mencapai 32 outlet, tersebar di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.
Tetapi Yasin tidak berhenti pada membuka outlet. Ia juga mengembangkan distribution channel bahan baku.
Baginya, bisnis bukan hanya tentang membuka toko. Bisnis adalah tentang membangun rantai yang saling menghidupkan.
Dari sebuah coffee shop, perlahan terbentuk ekosistem.
Ada Cerita Keluarga di Baliknya. Perjalanan Yasin juga tidak bisa dilepaskan dari keluarga Badawi.
Ayahandanya, H. Amin Badawi, sejak 1985 mengembangkan Pasar Inpres Manonda di Palu. Yasin kemudian membawa nilai yang sama ke generasinya, namun dengan bentuk yang berbeda: perdagangan, telekomunikasi, properti, F&B, hingga distribusi.
Semangatnya tetap sama: menciptakan aktivitas ekonomi dan membuka peluang.
Dari Pengusaha, untuk Ekosistem Usaha
Yasin juga aktif dalam KADIN Indonesia, HIPMI, dan Pemuda Pancasila. Kini, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua KADIN Sulawesi Tengah periode 2026ā2030.
Pertanyaannya bukan lagi hanya, āBagaimana bisnis saya tumbuh?ā tetapi mulai bergeser menjadi, āBagaimana lebih banyak orang bisa ikut tumbuh?ā
Perjalanan Ini Belum Selesai
Di balik angka 2000, 2002, 2011, 2016, 2023, 32 outlet, dan 2026, ada cerita tentang mencoba, gagal, berpindah arah, pulang, lalu mencoba lagi.
Karena pengusaha bukan orang yang tidak pernah gagal. Pengusaha adalah orang yang setelah gagal masih punya keberanian untuk bertanya: āSetelah ini, kita coba apa lagi?ā
Dari pasar ia belajar berdagang. Dari Jakarta ia belajar menghadapi persaingan. Dari kegagalan ia belajar bertahan. Dari Palu ia kembali membangun.
Kini, ia membawa pengalaman tersebut menjadi bagian dari pertumbuhan ekosistem usaha di Sulawesi Tengah.
Berawal dari pasar.
Berani mencoba.
Pernah gagal.
Pulang untuk tumbuh.
Dan terus membangun.
Yasin Muhammad Amin Badawi
āEkonomi Menyala, Daerah Berjaya.ā
- Penulis: Dv
- Editor: Libunews.id

Saat ini belum ada komentar