Berita Terbaru
Trending Tags
Beranda » Sulawesi Tengah » Infrastruktur » KRI Pulau Pasoso, Kapal yang Selamat dari Amukan Tsunami Palu

KRI Pulau Pasoso, Kapal yang Selamat dari Amukan Tsunami Palu

  • account_circle Nelly Muhriani
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Terdiam, Butuh Sentuhan dan Dapat Dijadikan Monumen Sejarah, Pengetahuan, serta Pembelajaran

Palu, Libunews.id — Lambungnya kini tampak menua dan bersandar sunyi di Pangkalan TNI AL Watusampu. Namun di balik baja yang mulai kusam itu, tersimpan kisah yang tak akan pernah dilupakan masyarakat Sulawesi Tengah. KRI Pulau Pasoso bukan sekadar armada milik TNI AL, tetapi juga saksi hidup dari detik-detik paling kelam dalam sejarah Kota Palu.

Pada 28 September 2018, saat perhelatan akbar Palu Nomoni tengah berlangsung dan ribuan warga memadati kawasan Teluk Palu, KRI Pulau Pasoso diketahui sedang menjalankan tugas operasional di sekitar perairan teluk. Menjelang waktu Magrib, kapal tersebut bergerak kembali menuju pangkalannya di Watusampu.

Tak lama berselang, bumi berguncang dahsyat. Gempa berkekuatan besar memicu tsunami yang menyapu pesisir Teluk Palu dan likuefaksi yang menelan permukiman warga. Dalam hitungan menit, suasana perayaan berubah menjadi kepanikan dan duka mendalam.

Ribuan jiwa menjadi korban dalam bencana tersebut. Banyak keluarga kehilangan orang-orang tercinta. Bahkan hingga hari ini, masih ada korban yang belum ditemukan dan seakan hilang ditelan bumi bersama dahsyatnya likuefaksi yang melanda sejumlah wilayah di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala.

KRI Pulau Pasoso menjadi saksi bisu atas tragedi memilukan itu. Dari perairan Teluk Palu, kapal ini menyaksikan bagaimana kota yang sebelumnya dipenuhi tawa dan kemeriahan mendadak berubah menjadi lautan air mata. Setelah bencana terjadi, armada ini seakan menjadi pengingat bahwa manusia tidak memiliki daya di hadapan kekuatan alam dan kehendak Tuhan.

Saat pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026, KRI Pulau Pasoso terlihat terdiam di sekitar Dermaga Pangkalan TNI AL Watusampu. Kapal itu tak lagi membelah ombak seperti dahulu. Namun setiap lekuk lambungnya seakan menyimpan kenangan tentang malam ketika alam menunjukkan kekuatannya, sekaligus tentang semangat kemanusiaan yang lahir di tengah tragedi.

KRI Pulau Pasoso mungkin telah berhenti berlayar. Namun kisahnya akan terus hidup sebagai pengingat bahwa di balik setiap bencana besar, selalu ada saksi sejarah dan pengorbanan yang tak boleh dilupakan oleh generasi mendatang.

Keberadaan kapal ini juga dinilai layak mendapat perhatian dan sentuhan pemerintah maupun pihak terkait agar dapat dijadikan monumen sejarah, sarana edukasi, serta pembelajaran kebencanaan bagi masyarakat dan generasi muda di Sulawesi Tengah.

  • Penulis: Nelly Muhriani
  • Editor: Libunews.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

Live

Rapat Paripurna Masa Persidangan Ke-ll Tahun Kedua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah

Libunews id • Live pada 30 Agustus 2026

Profil

Belum daftar? Daftar

Settings
dark_mode Mode
notifications_none Push Notifications
location_on Izin Lokasi
Support
info About
āÆ
feedback Give us Feedback
āÆ

About

Logo

libunews

Part Of CV Lensa Karya DSL

Redaksi āÆ
Pedoman Media Siber āÆ
Disclaimer āÆ
Kontak āÆ
Tentang Kami āÆ
Privacy Policy āÆ

Home
Home
Explore Kategori Index

Semua Kategori

icon
Aspirasi Masyarakat
icon
Banggai
icon
Bapemperda
icon
Bencana
icon
Daerah
icon
Donggala
icon
DPR RI
icon
DPRD Sulteng
icon
Ekonomi
icon
Hukum
icon
Infrastruktur
icon
Kebijakan Publik
icon
Kegiatan DPRD
icon
Kesehatan
icon
Komisi
icon
Komisi 1
icon
Komisi 2
icon
Komisi 3
icon
Komisi 4
icon
Kunjungan Dapil
icon
Nasional
icon
Palu
icon
Partai Politik
icon
Pemerintah
icon
Pemerintahan
icon
Peristiwa
icon
Politik
icon
Poso
icon
Rapat Paripurna
icon
RDP (Rapat Dengar Pendapat)
icon
Reses
icon
Sigi
icon
Sulawesi Tengah
icon
Tolitoli
icon
UMKM
icon
Umum

Explore

Rekomendasi Berita

Komisi III DPRD Sulteng Konsultasi ke Ditjen Minerba Bahas Pengawasan Tambang dan Dugaan PETI
Kundapil Royke W. Kaloh Serap Aspirasi Warga Tambarana
DPRD Sulteng Bentuk Kembali Dua Pansus untuk Tuntaskan Konflik Agraria dan Aset Daerah
Di Atas Tanah Likuifaksi, Henri Kusuma Muhidin Mengingatkan Sigi untuk Terus Pakaroso
Ketua DPRD Sulteng Hadiri Ramah Tamah Kajati Sulteng yang Baru

Indeks Berita

DPRD dan Pemprov Sulteng Sahkan P-KUA PPAS 2026 dan Raperda Pajak
DPRD Sulteng Dukung Penuh Bhakti Kesehatan Polda di Polresta Palu
Suara Lantang Arus Abdul Karim Bacakan Teks Proklamasi di HUT RI ke-81
BERANI CUP Sigi 2026 Meledak: Henri Kusuma Muhidin Hadir, Sigi Berubah Jadi Panggung Spektakuler
Marlela Kupas Tuntas Pelemahan Rupiah dalam Kajian Interaktif di FEB UNTAD
H. Mohammad Arus Abdul Karim Hadiri HUT ke-1 Kodam XXIII/Palaka Wira
Henri Kusuma Muhidin Dorong Akselerasi Pertumbuhan Sulteng di Posalia Sulteng Digest
DPRD Sulteng Sahkan Penetapan KUA-PPAS Bersama Pemprov Sulteng
Temui Pengunjuk Rasa, Ketua DPRD Sulteng Arus Abdul Karim Siap Kawal Tuntutan Keadilan DBH
DPRD Sulteng Gelar Konsultasi Lintas Komisi dan Badan Anggaran Bahas KUA-PPAS
1 2 3 21
expand_less