Di tengah keheningan barisan peserta upacara yang terdiri dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), prajurit TNI-Polri, dan tokoh masyarakat, momen paling sakral pun tiba. Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, H. Mohammad Arus Abdul Karim, melangkah tegap ke mimbar kehormatan setelah didaulat untuk membacakan Teks Proklamasi.
Dengan vokal yang tegas, berat, dan penuh penghayatan, Arus Abdul Karim melantangkan naskah otentik kemerdekaan—yang sejarahnya diketik oleh Sayuti Melik—ke seluruh penjuru lapangan.
Bagi lembaga legislatif, penunjukan Ketua DPRD sebagai pembaca Teks Proklamasi memiliki bobot filosofis yang dalam. Tampilnya figur pimpinan parlemen membawakan naskah suci republik ini mengirimkan pesan kuat kepada publik: bahwa DPRD Sulawesi Tengah berdiri di garda terdepan untuk menjaga semangat kemerdekaan, merawat persatuan, dan memastikan cita-cita luhur para founding fathers terwujud melalui kerja-kerja pembangunan di daerah.
Upacara yang tahun ini mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” tersebut turut menjadi panggung unjuk kesolidan institusi dewan. Tampak hadir di barisan kehormatan jajaran pimpinan dan anggota DPRD Sulteng secara lengkap.
Mulai dari Wakil Ketua I Hj. Arnila Hi. Moh. Ali, Wakil Ketua II H. Syarifuddin Hafid, S.H., Ketua Komisi III Dandi Adhi Prabowo, Ketua Komisi IV H. Hidayat Pakamundi, S.E., hingga Ketua Badan Kehormatan (BK) Ir. Musliman, M.M. Kehadiran mereka didampingi oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) M. Sadly Lesnusa, S.Sos., M.Si., serta deretan legislator lainnya seperti Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, Yusuf, Dra. Marlela, Ronald Gulla, Moh. Rachmatsya Tawainella, Sadat Anwar Bihalia, Zainal Abidin Ishak, dan Rauf.
Selain khidmatnya pembacaan proklamasi, upacara kian terasa magis saat prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih berlangsung tanpa cela. Formasi 69 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang merupakan putra-putri terbaik dari 13 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah tampil gagah dan memukau.
Tugas berat sebagai pembawa baki bendera sukses ditunaikan dengan anggun oleh Zevana Queenza, siswi SMA Negeri 1 Kota Palu. Langkahnya dikawal apik oleh Komandan Peleton 17, Rizky Anugerah Togan, pelajar dari SMA Negeri 1 Banawa, Kabupaten Donggala.
Usai pengibaran bendera, Gubernur Anwar Hafid memimpin prosesi mengheningkan cipta disusul pembacaan teks Pancasila, menutup rangkaian inti upacara dengan pesan persatuan.
Momentum HUT ke-81 RI ini kembali menegaskan bahwa laju pembangunan menuju Sulawesi Tengah yang maju hanya bisa dicapai melalui semangat kolaborasi yang setara antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat.
Saat ini belum ada komentar